chaneltv


ali_live streaming tv antv
Powered by TV ONE|mansuka.com

ali_live streaming tv tvOne

ali_live streaming tv metrotv

Powered by www.binus-access.com

ali_live streaming tv rcti

Powered by www.binus-access.com

ali_live streaming tv transtv

Powered by www.binus-access.com

ali_live streaming tv glogaltv

Powered by www.indoweb.tv

ali_live streaming tv fajartv

Powered by www.indoweb.tv

ali_live streaming tv cahayatv

Powered by www.indoweb.tv

ali_live streaming tv daaitv

Powered by www.indoweb.tv

ali_live streaming tv spacetoontv

KOMPAStekno

KOMPAStekno - Tutorial

Saturday, March 28, 2009

SB Minta Garuda Cabut Iklannya


BATAM — Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir meminta PT Garuda Indonesia untuk segera mencabut iklan yang tidak mendukung pariwisata nasional.

"Iklan Garuda yang hari ini dimuat di harian Kompas dan berisi ajakan untuk berwisata ke Singapura itu sangat menyedihkan dan mengharukan," ujar Soetrisno di pesawat dalam perjalanan dari Batam menuju Yogyakarta, Sabtu (28/3).

Menurut Soetrisno, Garuda sebagai BUMN yang dibantu dibesarkan oleh uang rakyat ketika rugi melalui APBN, tetapi sekarang melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, dan mengiklankan pariwisata ke negara lain.

"Saya akan meminta Fraksi PAN di DPR, khususnya anggota fraksi yang ada di Komisi VI yang punya partner kerja dengan Menneg BUMN untuk segera mencabut iklan BUMN yang tidak mendukung pariwisata Indonesia," ujarnya.

Apalagi, menurut Soetrisno, Indonesia saat ini sedang krisis luar biasa, banyak PHK dan terjadi di mana-mana. Itu sebabnya, kekuatan yang ada seharusnya digunakan untuk mengatasi krisis ekonomi.

"Sekarang ini, kita bisa mengandalkan pariwisata. Karena kita punya competitiveness dibanding negara lain. Hotel kita murah, industri kerajinan juga akan bergerak dengan dukungan industri pariwisata. Mestinya Garuda mengiklankan datang ke Bali, Bromo, Danau Toba, Danau Maninjau, Bukit Tinggi, dan sebagainya," ujarnya.

Garuda, menurut Soetrisno, seharusnya membuat iklan di media luar negeri untuk mendorong wisatawan datang ke Indonesia. Karena kalau pariwisata berkembang, maka akan mempunyai efek beruntun yang luar biasa.

"Iklan semacam ini harus dicabut. Garuda mestinya mendorong warga Singapura, Malaysia, Australia, untuk datang ke Indonesia, dan bukan mendorong rakyat keluar negeri dan berpariwisata di sana," ujarnya.

Sudah waktunya, menurut Soetrisno, bangsa ini semestinya ikut mengkritisi iklan yang tidak mendorong berkembangnya pariwisata dalam negeri. Selain itu, media massa dalam negeri juga diimbau untuk tidak menerima menerima iklan semacam ini.

sumber: kompas


No comments: