
Metrotvnews.com, Tanah Datar: Sebanyak 37 rumah rusak akibat longsor yang disertai banjir bandang di Kecamatan Sungai Tarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, tadi pagi.
Tim Pencari dan Penyelamat (SAR) yang dibantu petugas Dinas Kesehatan setempat telah berada di lokasi bencana untuk melakukan evakuasi dan membersihkan sisa-sisa longsoran.
Longsor yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB merusak 30 rumah di Desa Pasir Laweh dan tujuh rumah di Desa Sungai Yang. Bencana ini juga merusak dua buah jembatan yang menghubungkan wilayah Batusangkar dengan Sungai Yang. Akibatnya Desa Pasir Laweh saat ini terisolasi. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun dilaporkan dua orang warga mengalami luka-luka dan kini dirawat di Rumah Sakit Batusangkar.
Bupati Agam Haristo Munandar ketika dihubungi Metro TV melalui sambungan telepon mengatakan, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir bandang di Kabupaten Agam. Hanya, banjir merusak sejumlah fasilitas umum, di antaranya empat jembatan ambruk. Puluhan hektare sawah terendam. Haristo mengatakan bahwa di Agam, sendiri ada tiga kecamatan yang terkena banjir bandang, yakni Kecamatan Gandung, Bakso dan Kecamatan Angke-angke. Saat ini, kondisi air masih cukup deras. Air mengalir dari Gunung Merapi. Bahkan, beberapa wilayah diakui kini terisolasi.
Menurut Haristo, kejadian serupa 30 tahun silam. Namun, kali ini, banjir bandang lebih besar. Haristo menduga bahwa di atas Merapi, terdapat sesuatu yang menghambat laju air. Dan kini, hambatan itu mulai terbuka. Dikhawatirkan banjir lebih besar akan terjadi. "Barangkali ada yang bobol di puncak gunung ini," jelas Haristo. Bupati menambahkan, pemkab sudah menyiapkan lokasi pengungsian untuk korban banjir.(DSY)
chaneltv
KOMPAStekno
KOMPAStekno - Tutorial
Monday, March 30, 2009
GALODO TAHUN 2009 DI TANAH DATAR
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment