
Penyidikan spionase cyber yang berlangsung selama 10 bulan mengungkapkan bahwa 1.295 komputer di 103 negara dan dimiliki oleh institusi-institusi internasional telah dimata-matai. Bukti-bukti merujuk China sebagai pelakunya.
Dalam laporan setebal 53 halaman yang dibeberkan hari Minggu itu, Indonesia termasuk dalam daftar 103 negara yang dimata-matai. Kementerian Luar Negeri Indonesia tercakup dalam laporan sekitar 30 persen komputer terinfeksi yang menjadi sasaran “bernilai tinggi.”
Selain Indonesia, kementerian luar negeri yang ditarget adalah Banglades, Barbados, Bhutan, Brunei, Iran, Latvia dan Filipina. Yang juga terinfeksi adalah komputer-komputer yang dimiliki oleh kedutaan negara Cyprus, Jerman, India, Indonesia, Malta, Pakistan, Portugal, Romania, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand.
Sementara itu, kelompok internasional yang disebutkan terinfeksi adalah Sekretariat ASEAN (Association of South East Asian Nations), SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation) dan Asian Development Bank; beberapa organisasi berita seperti afiliasi UK dari Associated Press; dan unclassified NATO computer.
Dalam laporan dijelaskan bahwa sebuah jaringan, disebut GhostNet, menggunakan program software jahat bernama gh0st RAT (Remote Access Tool) untuk mencuri dokumen-dokumen sensitif, mengendalikan Webcam dan sepenuhnya mengendalikan komputer-komputer yang sudah terinfeksi.
"GhostNet mewakili sebuah jaringan dari komputer terjangkit yang ada di lokasi-lokasi politik, ekonomi, dan media bernilai tinggi yang tersebar di brebagai negara di dunia,” begitu laporan yang ditulis oleh para analis Information Warfare Monitor, sebuah projek penelitian dari SecDev Group, think tank, dan Munk Center for International Studies di University of Toronto.
Kendati bukti menunjukkan bahwa server-server di China mengumpulkan beberapa data sensitif, para analis berhati-hati untuk mengaitkan aksi spionase itu dengan Pemerintah China. “Menyalahkan semua malware China untuk secara sengaja mengumpulkan data intelijen oleh negara China adalah salah dan menyesatkan,” kata laporan tersebut.
Penelitian para analis ini sendiri dimulai ketika mereka mendapat akses dari komputer-komputer milik Pemerintah Tibet yang diasingkan, organisasi non-Pemerintah Tibet, dan kantor-kantor swasta dari Dalai Lama, yang khawatir tentang bocornya informasi rahasia. Mereka kemudian menemukan komputer-komputer telah terinfeksi oleh software jahat yang memungkinkan hacker secara remote mencuri informasi. Komputer terinfeksi setelah para penggunanya membuka lampiran yang jahat atau mengklik tautan yang terhubung ke situs-situs web yang berbahaya.
Situs web atau lampiran jahat kemudian akan mencoba mengeksploitasi kelemahan software untuk mengambil alih kendali mesin. Salah satu contoh e-mail jahat dikirim ke organisasi yang berafiliasi dengan Tibet dengan alamat kembali campaign@freetibet.org dengan lampiran MS Word yang terinfeksi.
Ketika para analis meneliti jaringan, mereka menemukan server-server yang mengumpulkan data itu ternyata tidak diamankan. Dan mereka mengakses control panel yang digunakan untuk memantau komputer-komputer yang di-hack di empat server.
Control panel tersebut ternyata mengungkap daftar komputer yang terinfeksi, selain milik pemerintah dan NGO Tibet. Tiga dari empat server pengontrol itu berada di China, dan satu di AS. Lima dari enam server komando berada di China, dan satu di Hongkong.
chaneltv
KOMPAStekno
KOMPAStekno - Tutorial
Tuesday, March 31, 2009
Indonesia Termasuk Target Mata-mata Cyber
Monday, March 30, 2009
GALODO TAHUN 2009 DI TANAH DATAR

Metrotvnews.com, Tanah Datar: Sebanyak 37 rumah rusak akibat longsor yang disertai banjir bandang di Kecamatan Sungai Tarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, tadi pagi.
Tim Pencari dan Penyelamat (SAR) yang dibantu petugas Dinas Kesehatan setempat telah berada di lokasi bencana untuk melakukan evakuasi dan membersihkan sisa-sisa longsoran.
Longsor yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB merusak 30 rumah di Desa Pasir Laweh dan tujuh rumah di Desa Sungai Yang. Bencana ini juga merusak dua buah jembatan yang menghubungkan wilayah Batusangkar dengan Sungai Yang. Akibatnya Desa Pasir Laweh saat ini terisolasi. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun dilaporkan dua orang warga mengalami luka-luka dan kini dirawat di Rumah Sakit Batusangkar.
Bupati Agam Haristo Munandar ketika dihubungi Metro TV melalui sambungan telepon mengatakan, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir bandang di Kabupaten Agam. Hanya, banjir merusak sejumlah fasilitas umum, di antaranya empat jembatan ambruk. Puluhan hektare sawah terendam. Haristo mengatakan bahwa di Agam, sendiri ada tiga kecamatan yang terkena banjir bandang, yakni Kecamatan Gandung, Bakso dan Kecamatan Angke-angke. Saat ini, kondisi air masih cukup deras. Air mengalir dari Gunung Merapi. Bahkan, beberapa wilayah diakui kini terisolasi.
Menurut Haristo, kejadian serupa 30 tahun silam. Namun, kali ini, banjir bandang lebih besar. Haristo menduga bahwa di atas Merapi, terdapat sesuatu yang menghambat laju air. Dan kini, hambatan itu mulai terbuka. Dikhawatirkan banjir lebih besar akan terjadi. "Barangkali ada yang bobol di puncak gunung ini," jelas Haristo. Bupati menambahkan, pemkab sudah menyiapkan lokasi pengungsian untuk korban banjir.(DSY)
WARGA TANAH DATAR TEWAS AKIBAT GALODO

Metrotvnews.com, Tanah Datar: Banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di Kecamatan Sungai Tarap dan Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Seorang tewas dan tiga lainnya terluka akibat bencana ini.
Korban bernama Juniar berusia 68 tahun, warga Desa Pasir Lawat. Sementara korban luka-luka sudah dirawat di rumah sakit setempat.
Banjir juga merendam dan merusak puluhan rumah, sebuah pasar dan lahan persawahan. Longsor merusak 30 rumah di Desa Pasir Laweh dan tujuh rumah di Desa Sungai Tarap, sekitar pukul 07.00 WIB. Bencana ini juga merusak dua buah jembatan yang menghubungkan wilayah Batusangkar dengan Sungai Tarap. Akibatnya, Desa Pasir Lawat terisolasi.
Tim Search and Rescue (SAR) yang dibantu petugas Dinas Kesehatan setempat telah berada di lokasi bencana. Mereka melakukan evakuasi dan membersihkan sisa-sisa longsoran. Diduga, masih ada korban lain yang terbawa arus banjir bandang disertai longsor di kawasan ini.
Bupati Tanah Datar, Sadik Pasadiku yang dihubungi lewat telpon mengatakan data korban tewas masih simpang siur. Sejauh ini dilaporkan satu orang. Tapi, ada laporan orang yang belum ditemukan hingga dilakukan pencarian. Sadik mengungkapkan bencana seperti ini pernah terjadi pada 1979. Tapi tingkat kerusakan pada bencana kali ini lebih tinggi. "Sawah, irigasi, kolam ikan, jalan dan jembatan serta korban jiwa," kata Sadik.
Menurut Sadik, bencana longsor dan banjir ini bermula dari hujan yang terus mengguyur sejak Ahad sore hingga Senin pagi. Banjir merendam tujuh kecamatan, yakni, Tanjung Baru, Salimpauang, Sungai Tarab, Sungai Nyang, Pariangan, Padang Ganting, Tanjung Emas. Saat ini, semua muspida dan aparat terkait telah bekerja sama untuk menangani korban bencana. Badan Pusat Statistik setempat juga telah mendata kerugiaan, termasuk ternak yang mati. Saat ini, cuaca masih mendung. Padahal, air mulai surut. Dikhawatirkan, banjir bandang dan longsor akan kembali terjadi apabila hujan kembali mengguyur.(BEY)
GALODO DI TANAH DATAR SUMBAR

Tim Pencari dan Penyelamat (SAR) terus berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material longsor akibat banjir bandang di Negeri Pasir Laweh, Kecamatan Sungai Tarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.
Metrotvnews.com, Tanah Datar: Hanya, proses evakuasi terkendala cuaca buruk disertai hujan lebat di kawasan puncak Gunung Merapi.
Hingga siang ini, tim SAR sudah mengevakuasi dua orang korban tewas akibat banjir bandang. Salah satu korban tewas itu bernama Yuliar berusia 58 tahun. Warga Koto Panjang itu ditemukan sekitar 19 kilometer dari rumahnya. Sementara hingga kini masih ada tiga korban di Negeri Pasir Laweh, yang belum ditemukan.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar belum bisa memastikan jumlah korban tewas akibat musibah banjir disertai tanah longsor ini. Warga belum banyak melaporkan anggota keluarganya yang hilang. Hingga berita ini dibuat, tim SAR masih terus berusaha membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan menuju Pasir Laweh. Ironisnya, kondisi ini justru dijadikan tontonan warga lain. Warga terus berdatangan ke lokasi longsor, meski dilarang polisi.
Akibat banjir bandang disertai longsor ini, sebanyak 37 rumah rusak di Kecamatan Sungai Tarak. Longsor terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Bencana ini juga merusak dua buah jembatan yang menghubungkan wilayah Batusangkar dengan Sungai Yang. Akibatnya Desa Pasir Laweh saat ini terisolasi.(DSY)
Saturday, March 28, 2009
AMD Buktikan Dukungan Virtualisasi

Minggu lalu, sebuah rekor baru telah ditorehkan Sun Microsystems untuk 8P, 32-core pada VMmark benchmark, untuk pengukuran performa dan skalabilitas aplikasi yang berjalan di lingkungan yang tervirtualisasi berbasis produk-produk VMware. Skor tertinggi VMmark (lihat http://links.amd.com/a3zb) itu diraih oleh server Sun Fire X4600 M2 yang didukung oleh prosesor AMD Opteron Quad-Core.
Pencapaian itu sekaligus meneguhkan kemampuan virtualisasi yang ditawarkan oleh AMD-V. “Sebagai salah satu yang dimungkinkan oleh RVI, Live Migration untuk semua produk prosesor Quad-Core 45-nm maupun 65-nm dan AMD Opteron six-core yang akan datang menjadi bukti lain dari fleksibilitas yang dimiliki teknologi AMD-V yang memudahkan pengguna data center meng-upgrade sistemnya,” kata Ryan Sim (Sales Director, Asean, AMD).
AMD memang telah melanjutkan kerjasama pengembangan dengan Microsoft seperti yang terlihat di Windows Server 2008 R2 Hyper-V, yang versi beta-nya sudah tersedia, dan menambah dukungan untuk teknologi AMD-V dengan Rapid Virtualization Indexing. Prosesor AMD Opteron Quad-Core 45nm baru memberikan performa yang skalabel baik untuk Windows Server 2008 Hyper-V maupun Microsoft Hyper-V Server 2008 dan telah menerima dukungan dari 4 OEM berskala global.
Jika tertarik, Anda dapat melihat demo live migration tiga generasi prosesor AMD pada VMware ESX 3.5, termasuk AMD Opteron 6-core yang bernama kode Istanbul. Live Migration pada mesin virtual untuk semua server fisik merupakan kunci dalam memberikan fleksibilitas terbaik bagi pengelolaan datacenter saat ini.
sumber : kompas
Read More ..
Setelah 76 Tahun, Tanggul Buatan Belanda Itu Pun Jebol
Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Pitoyo Subandrio, Situ Gintung dibangun pemerintah kolonial Belanda tahun 1932-1933. ”Jadi sekarang umurnya sudah 76 tahun,” kata Pitoyo, Jumat (27/3). Ia menambahkan, selama ini banyak orang mengira bahwa Situ Gintung adalah sebuah danau. Padahal, itu adalah sebuah bendungan. Masih kata Pitoyo, Situ Pitoyo juga mengungkapkan, setelah Indonesia merdeka, Namun, sejak awal pembangunannya, 76 tahun silam, 
Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, merupakan situ bikinan Belanda yang umurnya sudah lebih dari tiga perempat abad.
Pascatragedi, Situ Gintung Mengering

TANGERANG — Musim kemarau yang terjadi selama sekitar enam bulan setiap tahun tidak pernah membuat situ atau danau Gintung mengalami kekeringan seperti yang terjadi pascatragedi jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang, Banten, Jumat (27/3) dini hari.
"Situ Gintung tidak pernah mengalami kekeringan seperti ini," kata Sumarno (33), warga sekitar Situ Gintung di Tangerang, Sabtu. Ia mengatakan, air danau memang pernah menyurut pada musim kemarau pertengahan 1996, tetapi tingkat menyurutnya hanya beberapa meter.
Sulio (50) yang telah tinggal di sekitar Situ Gintung selama 30 tahun juga mengaku tidak pernah menyaksikan keringnya air danau seperti sekarang ini.
Sementara itu, Surono (65) memaparkan, keringnya danau dicemaskan berpengaruh terhadap keadaan air tanah yang dipakai masyarakat yang tinggal di sekitar Situ Gintung, apalagi, ujar lelaki yang juga dosen sebuah universitas negeri itu, musim kemarau diperkirakan akan segera tiba.
Situ Gintung terletak di Kelurahan Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Luas Situ Gintung saat ini adalah 21,4 ha dengan kapasitas air 2,1 juta meter kubik.
Situ yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1933 ini pada awalnya dimaksudkan untuk menampung air guna mengaliri sawah yang terdapat di sekitar danau.
sumber : kompas
SB Minta Garuda Cabut Iklannya
BATAM — Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir meminta PT Garuda Indonesia untuk segera mencabut iklan yang tidak mendukung pariwisata nasional.
"Iklan Garuda yang hari ini dimuat di harian Kompas dan berisi ajakan untuk berwisata ke Singapura itu sangat menyedihkan dan mengharukan," ujar Soetrisno di pesawat dalam perjalanan dari Batam menuju Yogyakarta, Sabtu (28/3).
Menurut Soetrisno, Garuda sebagai BUMN yang dibantu dibesarkan oleh uang rakyat ketika rugi melalui APBN, tetapi sekarang melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, dan mengiklankan pariwisata ke negara lain.
"Saya akan meminta Fraksi PAN di DPR, khususnya anggota fraksi yang ada di Komisi VI yang punya partner kerja dengan Menneg BUMN untuk segera mencabut iklan BUMN yang tidak mendukung pariwisata Indonesia," ujarnya.
Apalagi, menurut Soetrisno, Indonesia saat ini sedang krisis luar biasa, banyak PHK dan terjadi di mana-mana. Itu sebabnya, kekuatan yang ada seharusnya digunakan untuk mengatasi krisis ekonomi.
"Sekarang ini, kita bisa mengandalkan pariwisata. Karena kita punya competitiveness dibanding negara lain. Hotel kita murah, industri kerajinan juga akan bergerak dengan dukungan industri pariwisata. Mestinya Garuda mengiklankan datang ke Bali, Bromo, Danau Toba, Danau Maninjau, Bukit Tinggi, dan sebagainya," ujarnya.
Garuda, menurut Soetrisno, seharusnya membuat iklan di media luar negeri untuk mendorong wisatawan datang ke Indonesia. Karena kalau pariwisata berkembang, maka akan mempunyai efek beruntun yang luar biasa.
"Iklan semacam ini harus dicabut. Garuda mestinya mendorong warga Singapura, Malaysia, Australia, untuk datang ke Indonesia, dan bukan mendorong rakyat keluar negeri dan berpariwisata di sana," ujarnya.
Sudah waktunya, menurut Soetrisno, bangsa ini semestinya ikut mengkritisi iklan yang tidak mendorong berkembangnya pariwisata dalam negeri. Selain itu, media massa dalam negeri juga diimbau untuk tidak menerima menerima iklan semacam ini.
sumber: kompas
Read More ..
